Al-Quds – Sekelompok pemukim yahudi mulai menyerbu masjid Al-Aqsha, atas ajakan dari organisasi “al-haikal”, seperti yang dilansir dari situs aljazeera.net, Kamis (17/9/2020). Ajakan ini terkait penyerbuan berskala besar saat perayaan malam tahun baru Ibrani.
Koresponden aljazeera, Najwan Samari mengatakan “sampai saat ini, sekitar setengah jam setelah pintu al-Magharibah dibuka – yang dikhususkan bagi pemukim Yahudi – telah diserbu oleh 3 kelompok pemukim yang berjumlah 20 orang setiap kelompoknya”
Dia juga menambahkan bahwa ajakan serupa juga dilontarkan organisasi-organisasi di israel untuk menyerbu masjid Al-Aqsha selama 2 pekan, dikarenakan perayaan tahun baru Ibrani, meskipun otoritas israel menerapkan lockdown di wilayah kependudukannya untuk mencegah penyebaran virus corona.
Samari juga mengatakan bahwa sebelumnya dewan wakaf islam mempertimbangkan untuk menghentikan sementara ibadah shalat di masjid Al-Aqsha selama fase lockdown, namun mereka menelaah ulang keputusan tersebut dan mengajak jamaah untuk tetap mendatangi masjid Al-Aqsha dan sholat di dalamnya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Kami terkejut dengan sikap polisi yang tidak menghentikan penyerbuan pemukim Yahudi ke dalam masjid Al-Aqsha, sehingga kami tidak dapat menjaga masjid dari serbuan para pemukim. Kami memutuskan untuk tetap membuka masjid dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat” ungkap perwakilan dari dewan wakaf islam. Menurut sumber kantor berita Palestina, lebih dari 12.000 pemukim Yahudi telah menyerbu masjid Al-Aqsha sejak awal tahun 2020, mereka semua dijaga dan dilindungi oleh polisi israel meskipun dengan menyebarnya virus corona. (fh)